Puisi Bulan Mei Untuk Guru - Halley Kawistoro

Latest

Blog Pribadi Sebagai Sarana Informasi mengenai Bahasa Indonesia Berupa Karya sastra Puisi Dan Cerita Pendek. Serta Berbagi Informasi dunia Pendidikan, Umum, kesehatan dan Berita.

20 May 2018

Puisi Bulan Mei Untuk Guru


Puisi Bulan Mei Untuk Guru

Salam Hangat dan Hormat.
Terima kasih telah berkunjung ke blog sederhana ini. “Puisi Bulan Mei untuk guru” Judul tulisan ini tentunya sebuah karya sastra yang berupa puisi. Puisi Tersebut merupakan ungkapan perasaan saya pribadi, secara sadar saya buat Tanpa niat untuk menyinggung pihak manapun.

Saya selaku penuli menyadari sebuah puisi akan memiliki interpretasi yang berbeda-beda kepada setiap pembacanya. Bila ada hal yang kurang berkenan, bisa anda koreksi untuk menjadi pertimbangan di kemudian hari. Bila sangat Urgen, Postingan Karya sastra yang menyinggung akan saya hapus.

Selanjutnya, Puisi ini merupakan gambaran tentang keadaan guru yang terjadi saat ini. Sebenarnya bisa di amati secara langsung, Cara mudah untuk mengetahui gambaran guru saat ini adalah dengan masuk ke grup media sosial berhubungan dengan guru. Banyak hal yang bisa anda temukan di sana. Bertebaran pendapat-pendapat dan cara pandang guru.
Sejatinya, semua guru adalah orang hebat yang rela meluangkan pikiran dan tenaganya demi kemaslahatan orang lain terutama peserta didiknya. Silahkan menikmati Puisi yang saya bagikan di kesempatan kali ini “BULAN MEI UNTUK GURU”.

Bulan Mei Untuk Guru
Oleh: Halley Kawistoro

Hari pendidikan Nasional

kita peringati Pada Tanggal 2 (Dua) Bulan Mei

Mei Untuk semua guru yang masih mencari sejahtera

Mei Untuk semua guru yang masih mencari status negeri

Mei Untuk semua guru yang terkukung dan terkurung Peraturan-peraturan baru

Mei Untuk semua guru yang masih mencari nomor urut unik

Hari pendidikan nasional

Banyak guru yang masih belum mengetahui apa tugas sebenarnya karena terus di didik dengan pelatihan-pelatian baru yang belum rancu.

Banyak guru yang masih mengeluh karena peluh, eluhnya hanya tertelan sendiri dengan rasa sabar dan menerima keadaan.

Banyak guru yang masih bercerita tentang masa lalu, mengajar masih malu karena gedung dan prasarana yang ada sudah tidak layak, terutama di pelosok negeri ini.

Banyak guru yang masih mencari jati diri. Untuk melatih kedisiplinan dan meningkatkan status, dikarenakan keadaan yang tidak sama antara rekan kerja dan atasan.

Banyak guru yang menjadi sapi perah di atas namakan peraturan. Guru tidak boleh sakit, tidak boleh meninggalkan tanggung jawab.
Saat peraturan ditegakkan guru akan mendapat potongan-potongan dana yang dicacah sebagai ucapan terima kasih.

Terima kasih untuk hari ini di bulan mei.

Hari pendidikan Nasional

Hari untuk di ingat para guru dalam upacara bendera.

Upacara untuk mengingat diri sendiri dengan perih tentang cita-cita negeri.

Upacara untuk mengaorbankan diri sendiri karena telah memilih sebuah profesi yang harus di peringati pada bulan mei setiap tahun.

Mei untuk semua guru. Hormat ke kepada semua guru yang diam dalam keterbatasan, luar biasa dalam pengabdian, Menjadi contoh dalam setiap tindakan, Santun Dalam setiap ucapan. Merdeka dalam pembelajaran dan menjadi Tauladan sampai pada masa depan.

Masa depan yang diperingati pada bulan Mei, oleh semua masyarakat, untuk berterima kasih kepada semua guru di Pelosok Negeri.

02-MEI- 2018 Untuk semua guru hebat.

halleykawistoro.blogspot.com

Puisi di atas tentunya sudah dinikmati bagi kalian para pembaca. Bila anda berprofesi sebagai guru tentunya keadaan di atas merupakan gambaran peristiwa yang terjadi sebenarnya di Indonesia.

Kita bersama tentunya meyakini guru merupakan sosok penting dalam dunia pendidikan. Penghargaan sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menghormati mereka para guru. Hal sederhana dan bermakna, bila banyak orang yang pernah duduk di bangku sekolah memberi apresiasi kepada guru-gurunya dengan caranya masing-masing sebagai bentuk penghormatan.

Ya... saya juga masih bermimpi profesi guru kembali di muliakan oleh petinggi negara ini sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter. Guru dituntut untuk memberi pendidikan karakter kepada peserta didiknya. Namun, petinggi negara tidak mempunyai karakter untuk menghargai guru-guru yang telah mendidik mereka? Jawab sendiri.

Hormat Saya,

Penulis

No comments:

Post a Comment

loading...
//