Puisi Hidup Di Jaman Batu


Puisi Hidup Di Jaman Batu
Puisi ini menggambarkan kehidupan manusia yang semakin tidak perduli dengan keadaan lingkungannya. Kita saat ini menjadi makhluk yang buas menghalalkan segala cara demi sebuah kesenangan dan kebahagiaan.
semoga di kehidupan ini kita bisa terus berpikir maju untuk menjalin hubungan sesama yang lebih baik, peduli dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, dan menjadi manusia utuh yang memliki jiwa sosial antara satu sama lain.
Selamat membaca Puisi ini.

Potongan gambar oleh halleykawistoro.blogspot.com / Jaman Batu


Puisi Hidup Di jaman Batu
Oleh : halley kawistoro 
Saat ini kita telah lupa tentang kedamaian
yang kita cari hanya kebahagiaan
saat ini kita lupa dengan lingkungan sekitar kita
lingkungan tempat kita tumbuh dan berkembang

Saat ini kita hanya mengingat hanya untuk mengisi perut yang lapar
tidak perduli jika perut telah membusung lebar oleh keserakahan

mulut-mulut kita terbuka lebar memakan apa saja
memakan sampah yang terkemas rapi
memakan bangkai yang dibalut tampilan promosi
memakan racun yang disajikan dengan harga murah

mulut-mulut kita seperti deru mesin traktor yang menerima apa saja yang masuk
tanpa berpikir tentang akibat.

Kita kembali ke jaman batu
mulai berburu untuk berdiri di puncak rantai makanan tertinggi

kita kembali ke jaman batu
mulai berburu untuk menjadi yang terkuat

kita kembali ke jaman batu
mulai berburu untuk menjadi penguasa terhebat

jaman batu yang siap menghilangkan semua penghalang
termasuk melupakan saudara dan rekan.

jaman batu yang terus mengasah senjata baru
mencari wilayah yang bisa dikuasai
demi segunung emas dan tumpukan uang yang menggunung
untuk disimpan dalam kantung kesombongan.
yang bisa dipamerkan setiap saat di jaman batu.

kita saat ini hidup di saat seperti itu
yang telah lupa untuk memandang lembut sesama
memberi harapan melalui kerjasama dan pertolongan.

kita saat ini telah tertipu oleh jaman batu
bicara ini itu di atas batu elektronik
yang dibaca di jejaring sosial
mengatasnamakan kebenaran

kita telah memahami sebuah kenyataan.
kita hidup di jaman batu
dengan memiliki hati batu
pikiran yang mengeras
hanya untuk membenarkan bahwa kita adalah manusia yang maju.
/2018 berpikir keras untuk kehidupan yang lebih baik.

Hormat saya,
Penulis

Subscribe to receive free email updates: