Puisi Membaca Budi Dunia Pendidikan - Halley Kawistoro

Latest

Blog Pribadi Sebagai Sarana Informasi mengenai Bahasa Indonesia Berupa Karya sastra Puisi Dan Cerita Pendek. Serta Berbagi Informasi dunia Pendidikan, Umum, kesehatan dan Berita.

11 February 2018

Puisi Membaca Budi Dunia Pendidikan


Puisi Membaca Budi Dunia Pendidikan
Salam Hangat dan hormat kepada rekan-rekan guru sekalian.
Sepotong sajak telat ini hanya ungkapan terhadap keadaan dunia pendidikan yang kita jalani saat ini dari sudut pandang di sebuah sudut. Tanpa harus menyudutkan satu sama lain. Puisi ini sebagai tanda dan penandaan untuk kita baca bersama.
Lebih dan kurang saya selaku penulis mohon maaf sebelumnya. Tanpa mengurangi rasa hormat. Karya sastra berupa puisi adalah ungkapan perasaan pengarangnya.
Pemahaman yang muncul tentunya bisa berbeda-beda. Jika kata-kata menggangu Matamu. Cukuplah engkau lihat, tak perlu engkau resapi dan masukan ke dalam hati.
Namun, saat matamu telah bisa mendengar kata-kata. Saat itulah engkau telah bisa MEMBACA.
SELAMAT MEMBACA.

Membaca Budi Dunia Pendidikan
Oleh : Halley Kawistoro
Lampau lalu engkau masih ramah menyapaku sebagai Guru.
Setiap hari dimulai dengan mengenal huruf dan belajar mengeja kata demi kata.
“Ini Budi”.
Belajar santun walau harus tertegun luka,
Luka yang menjadi duka atas sebuah salah,
Karena Belajar patuh untuk sebuah tuduh yang disematkan Guru
“Ini Budi”.
Sebuah cerita masa kini.
Yang mengulang lampau terkenang, mengingat kebelakang masa tak berarti. Untuk mencari jati diri.
Sebuah cerita masa kini.
Memandang bakul nasi atau bercermin berdasi bahkan telah bersolek rapi.
Tetapi masih menunjuk dengan telunjuk untuk sekedar memaki atas sebuah tragedi.
“Ini Budi”.
Mengingat memar di dalam sebuah kamar hati. Sepulang sekolah tadi. Menutup diri lalu diam-diam beranjak pergi seakan-akan tidak terjadi.
Mengingat malu. Tertunduk pilu berlalu, ketika menjawab palsu, dengan label tinta merah oleh guru yang melingkari dan digambar wajah dirimu.
“Ini Budi”.
Generasi yang engkau cetak sendiri dengan kenangan kekalahan agar tak terulang pada anak-anak mu.
Generasi yang engkau didik sendiri dengan angkuh.
Generasi yang engkau didik untuk tidak sama.
Generasi yang engkau didik dengan segala hardik
Namun berharap besok terkemas menjadi generasi Emas.
“Ini Budi”.
Terbaca luas di se-antero negeri
Terkubur sendiri menjadi tragedi
Membaca Budi dunia pendidikan adalah sebuah PESAN
Negara ini mendidik dengan Kekuasaan untuk saling berbalasan
Aku, kita, kamu dan sekalian anda. Duduk di bangku mana membaca BUDI
Melupakan nya dengan caci-maki sampai melupakan tugas sendiri.
Di rumah mu engkau mendidik siapa?
Di Sekolah mu siapa yang mendidik engkau?
Di lingkungan mu. apakah engkau belajar terdidik?
“Ini Budi”.
Mengingatnya adalah sebuah pesan. Anda telah bisa membaca BUDI untuk bercermin Sendiri. Menghilangkan Ngeri yang semakin nyeri.
Demi Kecintaan Sebuah NEGERI
11/02/2018 Belajar Sendiri Memahami “NKRI Yang Katanya harga Mati”.

Puisi Oleh Halley Kawistoro

Semoga tragedi yang lalu adalah pesan yang kita terima untuk kebaikan di masa yang akan datang. Semoga almarhum mendapatkan Tempat yang layak di SISI Nya. Keluarganya diberi kesabaran untuk menerima dengan lapang dada. Biarkan hukum yang menjawab pertanyaan? Tanpa harus digembar-gemborkan untuk menumbuhkan sejuta Budi Yang Lain.
Anda dan saya mungkin di bangku bersama menerima pesan dan saling memandang untuk tidak akan terulang.
Hormat Saya

Penulis.

No comments:

Post a Comment

loading...
//